Mengingat Parisian Department Store Taman Anggrek dan Galeria Matahari | RETAILITORY
GALERIA TAMAN ANGGREK (1996-2008)
Meski namanya melekat sebagai department store kelas menengah, Matahari pernah mencoba peruntungannya di pasar menengah atas. Hampir semua percobaan tersebut tidak bertahan lama, termasuk Parisian Department Store (penerus konsep Galeria).
| Galeria Department Store - Sumber: Jakarta Shopping Mall Guide 2003 |
Galeria + Mega Kids hadir di Taman Anggrek pada akhir tahun 1996.[1] Department Store dengan luas ±16.500 m² tersebut diposisikan untuk segmen menengah atas, mirip Sogo.
Kala itu, Galeria baru memiliki cabang di Pasar Baru, Blok M Plaza, Bandung Indah Plaza, Lippo Supermal, dan Mal Galeria Yogyakarta.
PARISIAN TAMAN ANGGREK (1996-2008)
Memasuki pertengahan dekade 2000, Matahari mulai melakukan rebranding identitas dan desain toko. Salah satu korbannya adalah Galeria.
Sebagai gantinya, Matahari menghadirkan Parisian Department Store di Mal Taman Anggrek. Gerai ini diresmikan pada 18 Maret 2008.[2]
| Logo Parisian Department Store, mirip sebuah mal di Thailand? |
Sesuai namanya, Parisian mengambil Paris (Prancis) sebagai latarnya, agak mirip Galeries Laffayette, department store yang bisa ditemui di Pacific Place Jakarta.
Sama seperti Galeria, terdapat beauty hall papan atas yang difokuskan di lantai bawah. Ada juga kategori produk seperti mainan, peralatan rumah tangga, perlengkapan tidur, aksesori, dan tentunya pakaian untuk segala usia.
| Desain bekas Parisian yang diterapkan di Matahari Taman Anggrek - Sumber: Maps |
Meski diperkenalkan sebagai department store mentereng, Parisian tetap membawa merek kelas menengah lokal dan internasional seperti Colorbox, Contempo, Wrangler, FLD, Crocodile, Andre Valentino, dan Byford.
Apa saja merek kenamaan yang dibawa Parisian? Berikut adalah daftarnya (hanya sebagian merek):
- Aksesori dan perhiasan: Guy Laroche, Tommy Hilfiger, Sheaffer, Braun Buffel, Mirage Bijoux, Adidas Watches, dan Goldmart
- Pakaian: Van Laack, Guy Laroche, Braun Buffel, Sheaffer, Cerruti, Bonia, Joseph Abboud, Hush Puppies, Salabianca, dan Kenneth Lady.
- Pakaian dan keperluan anak: Mickey For Kids, Osh Kosh B' Gosh, Les Enphants, Barbie, Chicco, dan LEGO.
- Alas kaki: Democrata shoes, Clarks, Converse, Elle, dan Yongkidz.
- Produk kecantikan dan wewangian: Clarins, Kenzo, Clinique, Orlane, Artdeco, dan Aigner.
- Kebutuhan rumah: Maxim, The Luxe, Serta, Royal Albert, dan Tempur.
Secara tampilan desain, Parisian memang lebih modern dibanding Galeria. Interiornya hadir dengan meja produk dan ornamen langit-langit yang lebih dinamis dan lega. Beberapa area dilapisi marmer dan karpet untuk memperkuat kesan mewah.
| Bekas Parisian yang diubah menjadi Matahari - Sumber: Matahari |
Kemewahan tersebut ditambah dengan layanan menarik seperti product advisor dan gratis semir sepatu ketika berbelanja dengan nominal tertentu.
Menurut rencana awalnya, Parisian akan membuka belasan toko di Megamal Pluit (Pluit Village), City of Tomorrow Surabaya, Lippo Mall Kemang, Grand City Surabaya, Mal Artha Gading, Plaza Medan Fair, Ciputra World Jakarta, dan Lippo Mall Puri.
| Ilustrasi area beauty hall Matahari masa kini (2021) |
Sayangnya target tersebut tidak pernah terwujud. Parisian Taman Anggrek bahkan hanya bertahan sekitar 1 tahun saja. Untuk mengatasi masalah ini, Matahari memperkenalkan Matahari new generation di Supermal Karawaci dan Mal Taman Anggrek. Matahari dengan konsep ini tampil modern dengan logo baru bernuansa merah dan abu-abu gelap.
Konsep tersebut sangat sukses sampai meningkatkan penjualan sebesar 13,5% di cabang Karawaci.[3] Seiring waktu berjalan, konsep ini diterapkan ke semua cabang Matahari. Perjalanan Matahari di MTA berakhir ketika kontraknya habis pada tahun 2017. Area tersebut kini diubah menjadi koridor mal.
| Area bekas Galeria dan Parisian (2025) |
Baca juga: Matahari Kembali ke Mal Taman Anggrek Bersama IKEA (2022) | RETAILITORY
REFERENSI
[1] - Prospektus MPPA PUT-III (1997). https://mppa.co.id/misc/company_docs/Prospektus-PUT-III-1997.pdf
[2] - Komodifikasi: Parisian - Kompas. Edisi Minggu, 23 Maret 2008, hal 23.
[3] - Annual Report MPPA (Matahari Putra Prima) tahun 2008.
Komentar
Posting Komentar