Keberhasilan Oriental Kopi serta Potensi Buka di Indonesia | RETAILITORY

Meski baru didirikan pada 2020 lalu, Oriental Kopi yang dinakhodai Dato' Chan Jian Chern, Chan Yen Min, dan Koay Song Leng ini berhasil menarik minat masyarakat Malaysia dan turis asing.

Sebagai pemain baru, Kedai kopi alias kopitiam ini tampil menonjol dengan rentang harga dan konsep dibanding pesaing seperti Old Town White Coffee atau Best Ah Ma Cafe.

Seperti yang disebut sebelumnya, Oriental Kopi memulai perjalanannya pada 2020 dengan gerai standalone di area Johor Jaya, Malaysia. Meski kala itu pandemi masih menjadi momok besar bagi industri F&B, manajemen Oriental Kopi justru berhasil melewati badai dengan ekspansi gerai baru sepanjang 2021-2022.

Oriental Kopi Indonesia store
Tampilan depan gerai Oriental Kopi - Sumber: orientalkopi.asia/Instagram

Beberapa gerai yang dibuka sepanjang periode tersebut berada di Midvalley Southkey, Bandar Puteri Puchong, dan Pavilion Bukit Jalil. Hingga pertengahan 2025, tercatat ada 25 kafe dan 4 toko atau kios merchandise di Malaysia.

Bagi sebagian orang, ada beberapa menu yang dianggap menarik untuk dicoba, misalnya polo bun dan egg tart yang terkenal di Hong Kong. 

Egg Tart Oriental Kopi
Egg tart - Sumber: orientalkopi.asia/Instagram

Menu ringan tersebut disandingkan dengan hidangan berat seperti nasi lemak, nasi ayam khas Hainan, nasi goreng, nasi biryani, mi laksa, mi goreng, nasi kari ayam, kwetiau, dan mi siam.

Nasi Lemak Oriental Kopi
Nasi lemak - Sumber: Oriental Kopi

Terdapat pula belasan menu yang diharapkan bisa menarik kalangan vegetarian, misalnya nasi sate vegetarian, nasi rendang vegetarian, dan laksa vegetarian.

Dari sisi desain, Oriental Kopi menghadirkan elemen retro dan dekorasi khas kopitiam seperti kipas angin dan lantai keramik. Hal ini dikombinasikan dengan elemen kayu, furniture berwarna hijau, dan pencahayaan modern untuk memberi kesan mewah.

Interior design Oriental Kopi
Interior kafe - Sumber: orientalkopi.asia/Instagram

Setelah sukses di Malaysia, Oriental Kopi mulai melakukan ekspansi ke Singapura pada tahun 2024. Kedai ini masuk dengan sistem joint venture bersama Paradise Group, perusahaan pemilik Paradise Dynasty dan Beauty In The Pot.

Porsi kepemilikan Paradise Group sendiri lebih besar dengan 70% saham. Hal tersebut tidak terlepas dari keyakinan Oriental Kopi bahwa pasar asing memang sebaiknya diserahkan ke pihak yang memang tahu seluk beluk pasarnya.

Selain gerai restoran, Oriental Kopi memperkuat bisnisnya dengan produk retail seperti kopi instan yang bisa ditemui di supermarket lokal dan luar negeri untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Terdapat pula bisnis sampingan berupa Oriental Kopi Merchandise Store/Kiosk. Gerai ini dikhususkan untuk menjual barang siap masak atau produk bungkusan yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh.

Keberhasilan tersebut digenjot dengan penawaran saham kepada publik (IPO) yang dimulai pada 23 Januari 2025. Melalui prospektusnya, pihak Oriental Kopi menyampaikan rencananya untuk menambah fasilitas distribusi dan dapur terpusat untuk mempermudah proses bisnis di Malaysia maupun sekitarnya.

Dalam dokumen yang sama, pihaknya menyampaikan bahwa Oriental Kopi sudah mulai mendaftarkan merek dagang beserta logo ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual pada akhir 2024 lalu.[2]

Dikutip dari BusinessToday, Oriental Kopi akan memulai ekspansi regional ke negara tetangga mulai tahun 2026 atau 2027. Perencanaan tersebut dilakukan secara hati-hati untuk menghindari masalah maupun ekspansi yang berlebihan.

Hingga akhir 2025, belum ada informasi konkret mengenai rencana ekspansinya ke Indonesia. Meski begitu, terdapat rumor terkait kehadirannya lewat sistem joint venture dengan perusahaan lokal.

Di Indonesia, merek restoran sejenis Oriental Kopi mulai kembali bermunculan setelah sempat redup. Beberapa contohnya di antaranya adalah Restoran Su Wah dan Hong Kong Cai. Di antaranya keduanya, Su Wah bisa dibilang paling ekspansif.

Restoran Su Wah Hong Kong
Su Wah Agora - Sumber: Su Wah Indonesia

Restoran yang segrup dengan Suji Suan Cai Yu ini memulai perjalanannya dengan gerai One Satrio pada awal 2025. Tidak butuh waktu lama, restoran ini tancap gas dengan membuka gerai di mal seperti Agora Mall, Gandaria City, dan Pacific Place. Untuk membedakannya dari restoran sejenis, Su Wah menghadirkan menu dimsum dan makanan berat khas Hong Kong.

Potensi pasar Indonesia bisa dibilang menarik, apalagi budaya nongkrong dan makan ala chinese peranakan di mal makin merajalela.

Jika melihat ke pusat perbelanjaan di Jakarta, restoran yang menonjolkan makanan hawker center atau street food Singapura tidak sulit untuk ditemui. Contohnya adalah Baia Nonna, Koko Hawker, Ya Kun Kaya Toast, Ah Mei Cafe, dan Little Red Dot.

Ketika masanya tiba, Oriental Kopi akan menginjakan kaki di Jakarta atau daerah lain di Indonesia...

REFERENSI

[1] - https://ir2.chartnexus.com/kopi/docs/oriental-kopi-prospectus.pdf

[2] - https://www.businesstoday.com.my/2025/10/19/malaysia-to-the-world-oriental-kopi-takes-kopitiam-culture-to-europe/

Komentar