Berbagai Jenis Studio Yang Ada di CGV Cinemas + Sejarahnya

CGV Cinemas (awalnya Blitzmegaplex) merupakan jaringan bioskop yang pertama kali dibuka pada tanggal 16 Oktober 2006 di Bandung, tepatnya di Paris Van Java Mall dengan jumlah awal sebanyak 9 layar.

Konsepnya yang unik dengan berbagai tipe atau format bioskop menarik perhatian publik. Meski kini berganti nama menjadi CGV, jaringan bioskop ini tetap menawarkan pengalaman menonton yang beragam pada range harga yang berbeda.

Regular Auditorium & Sweetbox

Auditorium reguler merupakan jenis studio/audi yang paling standar dan murah yang ada di CGV. Auditorium reguler CGV yang terbesar di Indonesia adalah Auditorium 8 CGV AEON Jakarta Garden City dengan 670 bangku. Pada auditorium generasi baru, terdapat kelas Sweetbox di bagian row belakang/paling atas.

Studio reguler dengan area kosong untuk wheelchair - Sumber: CGV Indonesia

Untuk kursi Sweetbox, penonton diwajibkan membeli 2 tiket (berpasangan). Kelas Sweetbox dapat dipilih jika ingin menonton bersama pasangan tanpa dipisahkan handrest.

Contoh kursi Sweetbox - Sumber: CGV Indonesia

Satin Suite

Satin Suite merupakan format bioskop yang mengkombinasikan kursi Gold Class di bagian depan dan Velvet di bagian belakang. 

Interior Satin Suite - Sumber: CGV Indonesia

Lantas apa bedanya dengan Velvet dan Gold Class? Di sini, fasilitas pendukung seperti lobi khusus dan selimut tidak diberikan. Meski begitu, harga tiketnya jauh lebih murah dibanding audi Gold Class maupun Velvet.

Untuk merasakan pengalaman ini, penonton bisa mengunjungi:

  • CGV Transmart Cempaka Putih
  • CGV Grand Batam Mall
  • CGV Metro Indah Mall 
Satin Class

Di bioskop kelas Satin, pengunjung bisa merasakan suasana premium dengan harga ramah kantong. Selain penggunaan sofa yang lebar, terdapat juga lubang USB untuk mengisi baterai smartphone. Ruang kaki yang tersedia juga jauh lebih lebar dibanding kelas reguler.

Kursi Satin generasi baru di CGV Grand Indonesia - Sumber: CGV Indonesia

Jika dibandingkan dengan jaringan bioskop lain, Satin bisa disamakan dengan kelas Luxe dari Cinepolis.

Meski menggunakan sofa, sandaran kaki dan punggunya tidak bisa dimundurkan. Selain itu, tidak terdapat selimut maupun lobi khusus. 

Lokasi:

  • CGV Central Park
  • CGV fX Sudirman
  • CGV Poins Mall
  • CGV Paradise Walk Serpong
  • CGV Mal Ciputra Tangerang
  • CGV Technomart Karawang
  • CGV PTC Mall Palembang
  • CGV Depok Town Center
  • CGV Plaza Mulia, Samarinda
  • CGV Grand Batam Mall
  • CGV Panakkukang Square
  • CGV Malang City Point

Sky Seat

Sky Seat sendiri merupakan format bioskop yang  dihadirkan CGV pada 2022. Meski sandaran kepalanya tidak bisa dimundurkan, penonton dimanjakan dengan sandaran kaki yang bisa diatur (manual). Pada bagian handrest, disediakan tempat untuk meletakan ponsel yang dilengkapi lubang USB untuk mengisi daya.

Sky Seat di CGV Poins Mall - Sumber: CGV Indonesia

Bentuk kursinya lebih miring dibanding kursi biasa, sehingga memungkinkan pengunjung untuk bersandar atau merebahkan tubuh.

Sky Seat bisa ditemui di CGV fX Sudirman, CGV DMall Depok, dan CGV Poins Mall.

4DX

4DX adalah format bioskop berbasis action yang dikembangkan CJ Group (induk CGV) pada 2009. Di sini, penonton bisa merasakan film secara fisik lewat pengalaman panca indra yang ditimbulkan dari angin, bunyi, getaran, gerakan, bau, asap, gelembung, sampai semburan air.

Interior 4DX dengan peralatannya - Sumber: CGV Vietnam

Sebagai informasi tambahan, orang yang sering mengalami motion sickness mungkin tidak cocok dengan 4DX karena banyak gerakan cepat yang bisa membuat pusing.

Untuk saat ini, penoonton bisa merasakan 4DX di CGV Grand Indonesia, CGV Central Park, CGV Paris Van Java, CGV Marvell City, dan CGV Pakuwon Mall Jogja.

Starium

Starium merupakan format bioskop layar besar yang diharapkan bisa menyaingi IMAX. Pada umumnya, bioskop Starium hadir dengan ukuran besar (kursi di atas 200), dilengkapi dengan layar penuh (wall to wall dan floor to ceiling), dan proyektor 4K.

Interior Starium - Sumber: CGV

Kursinya nya juga cenderung curam dibanding studio biasa. Pada beberapa cabang seperti Grand Indonesia dan 23 Paskal, teknologi tata suara Dolby Atmos dan speaker Dolby digunakan untuk memperkaya kualitas suara.

Bagi penonton yang ingin mencoba Starium, bisa mengunjungi CGV Grand Indonesia, CGV Pakuwon Mall Jogja, CGV 23 Paskal, CGV Bella Terra (tidak lagi beroperasi), CGV Vivo Sentul (tidak lagi beroperasi).

SphereX

Berbeda dengan Starium yang lebih fokus pada ukuran layar, SphereX hadir dengan interior audi dan layar yang melengkung. Desain ini diharapkan bisa memberi kesan impresif bagi penonton. Kursi di audi ini juga bisa direbahkan (45 derajat) ke belakang. SphereX kini tersedia di CGV Pakuwon Mall Jogja dan CGV Marvell City.

Interior SphereX - Sumber: CGV Indonesia
Layar melengkung - Sumber: CGV Indonesia

ScreenX

ScreenX merupakan format bioskop yang menawarkan 3 layar panoramic view (270 derajat) sebagai bahan jualan utama. Hal ini diwujudkan lewat penggunaan dinding kanan dan dinding kiri bioskop sebagai layar. Selain itu, audi ini menggunakan proyektor laser 4K dan teknologi Dolby Atmos.

ScreenX Grand Indonesia - Sumber: CGV Indonesia

Untuk saat ini, ScreenX hanya ada di CGV Grand Indonesia. Sebagai informasi tambahan, ScreenX Grand Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Gold Class

Sebagai salah satu format premium dari CGV, Gold Class hadir dengan sofa kulit yang empuk dan besar. Setiap kursi di dalam auditorium ini dilengkapi alat kontrol untuk mengatur kemiringan sandaran kaki dan punggung sesuai preferensi pengguna.

Tampilan kursi Gold Class - Sumber: CGV Indonesia

Terdapat juga meja kecil dan selimut yang disediakan pada setiap kursi. Selain pengalaman di dalam audi, penonton juga dimanjakan dengan adanya lounge khusus yang dilengkapi WiFi untuk menunggu film. Penonton yang lapar juga bisa memesan makanan.

Bila dibandingkan dengan jaringan bioskop lain, maka Gold Class CGV bisa dibilang se-level The Premiere XXI dan Cinepolis VIP.

Lokasi

  • CGV Pacific Place
  • CGV Bella Terra
  • CGV AEON Jakarta Garden City
  • CGV 23 Paskal
  • CGV Teras Kota
  • CGV Park Avenue Batam
  • CGV Medan Focal Point

Velvet Class

Bagi penonton yang ingin berbaring santai sambil menonton film, Velvet merupakan jawaban yang tepat. Auditorium Velvet sendiri hadir dengan sofa bed (kapasitas 2 orang), bantal, dan selimut.

Sama seperti Gold Class, penonton di Velvet Class juga dimanjakan dengan lounge khusus untuk menunggu atau memesan makanan (bisa diantar ke dalam auditorium).

Tampilan sofa bed Velvet - Sumber: CGV Indonesia

Pada Velvet Class generasi baru (misalnya CGV Paris Van Java), tersedia juga meja lipat dan lampu baca untuk penonton yang ingin makan sambil menonton film.

Velvet generasi baru di Paris Van Java - Sumber: CGV Indonesia

Lokasi
  • CGV Pakuwon Mall Jogja
  • CGV Pacific Place
  • CGV Grand Indonesia
  • CGV Central Park
  • CGV AEON Jakarta Garden City
  • CGV Paris Van Java
  • CGV 23 Paskal
  • CGV Technomart Karawang
  • CGV Plaza Balikpapan
  • CGV Pakuwon Mall Jogja
  • CGV Park Avenue Batam
  • CGV Social Market (SoMa) Palembang

Private Box

Private Box adalah kelas bioskop yang hanya tersediia di Grand Indonesia. Bioskop ini memang diposisikan untuk pasar kalangan atas sehingga tidak mengejutkan jika harganya mencapai Rp2.000.000 (bisa memuat empat orang). Keunikan yang ditawarkan Private Box adalah kesan ekslusif, dan privasi yang lebih kuat.

Ruangan Private Box - Sumber: CGV Indonesia

Hal ini didukung dengan penggunaan sofa recliner dan segudang fasilitas tambahan yang siap memanjakan penggunanya. Beberapa di antaranya adalah kulkas pintar (beserta welcome drink), televisi, air purifier, dan meja. Di sediakan pula remote pengatur cahaya dan temperatur. Untuk memesan Private Box, diperlukan reservasi khusus melalui WhatsApp 0817 770 013.

Baca juga: CGV Memboyong Bioskop Private Box ke Grand Indonesia

Fasilitas Tambahan di CGV
Sports Hall: fX Sudirman, Teras Kota, Mal Ciputra Tangerang

PERJALANAN CGV DI INDONESIA

Setelah membuka cabang pertama di Bandung pada 2006, Blitzmegaplex langsung menjajal pasar Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, cabang keduanya dibuka Grand Indonesia, pusat perbelanjaan di area Bundaran HI.

Karakter desain yang variatif pada setiap cabang menarik perhatian publik. Apalagi masyarakat kala itu mulai jenuh dengan jaringan 21 yang mendominasi pasar bioskop Indonesia.

Blitzmegaplex Central Park - CGV Indonesia

Ketika awal kemunculannya, bioskop Blitz dilengkapi fasilitas seperti BlitzCafe, BlitzGameSphere, dan lainnya. Pemilihan lokasi Blitz juga tergolong selektif, dengan target mal menengah atas yang bisa memuat minimal 7 auditorium.

Setelah beberapa tahun berjalan, Blitzmegaplex akhirnya mencoba peruntungan lewat BlitzTheater, bioskop hasil kerja sama dengan pengusaha lokal. Beberapa di antaranya ada di Plaza Balikpapan (menjadi CGV), Grand Dadap City (tutup), dan Kepri Mall (tutup).

Lobi BlitzTheater Kepri Mall - Sumber: CGV Indonesia

Setelah terseok-seok dan terus merugi (terutama setelah IPO), sebagian saham Blitzmegaplex (BLTZ) akhirnya diakuisisi oleh CJ CGV yang berasal dari Korea Selatan.

CJ CGV sendiri merupakan jaringan bioskop terbesar di Korea Selatan yang mengoperasikan ± 3.000 layar di 7 negara seperti Indonesia, Vietnam, Amerika Serikat dan juga Korea Selatan (per 2023).

Bersamaan dengan hadirnya CGV sebagai 'penyelamat', Blitzmegaplex juga bertransformasi, dari yang awalnya memiliki konsep megaplex menjadi cultureplex. Interior semua cabang baru juga dibuat seragam dengan gaya industrial.

Tidak hanya itu, nama BlitzMegaplex juga diubah menjadi CGV* Blitz (2015-2017) lalu berubah lagi menjadi CGV saja. 

Per 2024, CGV mengoperasikan 71 bioskop dengan jumlah layar sekitar 400 di 34 kota di Indonesia.

Komentar